KATHOLIK NEWS

Renungan

Gereja

Kredo

Popular Posts

Film

Tokoh Katholik

More Katholik News

Latest Updates

Monday, January 14, 2019

The Passion of the Christ

Film The Passion atau The Passion of the Christ merupakan film drama epic hasil karya Mel Gibson. Film ini menceritakan tentang kisah sengsara Tuhan Yesus berdasarkan pada Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Film The Passion of the Christ mengacu praktik keimanan pada Jumat Agung dengan menceritakan 12 jam terakhir tentang kehidupan Tuhan Yesus di dunia yaitu dimulai dengan pederitaan di Taman Getsemani, insomnia dan kedukaan Santa Perawan Maria, serta berakhir dengan suatu penggambaran singkat kebangkitan Yesus.

Film The Passion of the Christ sangat baik untuk ditonton karena mengingatkan kita tentang karya penyelamatan Tuhan Yesus akan dosa-dosa yang telah kita perbuat.


Tanda Salib

Dalam (Demi) nama Bapa dan Putera dan Roh kudus, Amin.

Bagaimanakah membuat tanda salib?
Membubuhkan Tanda Salib di kening, dada dan pundak kiri dan kanan kita dengan menggunakan jari tangan, maka dengan demikian kita diberkati dalam pikiran, hati dan keberadaan diri kita sepenuhnya.

Apa makna membuat tanda salib bagi diri kita?
Makna tanda salib adalah mengingatkan kembali secara khusus tentang hidup, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

Pengertian atau arti dari tiga tanda salib sebelum bacaan Injil dibacakan?
Membuat tanda salib didahi, memberi arti "Dalam pikiranku, saya percaya". Kita meminta bantuan Roh Kudus agar kita percaya pada sabda Tuhan.

Membuat tanda salib dimulut, memberi arti "Melalui mulutku, saya mewartakan". Kita menyetujui untuk selalu mewartaka Sabda Tuhan yang anda kita percayai dalam pikiran kita kepada semua orang.

Membuat tanda salib di dada, memberi arti "Dalam hatiku, saya simpan Sabda Tuhan". Kita sudah percaya pada Sabda Tuhan, dan kita juga sudah menyetujui untuk mewartakan kesemua orang agar mendapatkan keselamatan, namun kita harus juga menyimpan Sabda Tuhan tersebut kedalam hati kita, supaya memperoleh bertkat dari Tuhan Allah.



DOA

Doa bukanlah sekedar ilmu atau rapalan mantra yang diucapkan berulang-ulang, namun lebih pada hubungan dengan bimbingan rohani dengan berdasarkan kehidupan iman. Bimbingan doa sebenarnya merupakan suatu hal dalam membantu penghayatan iman secara khusus. Ada sebuah anggapan bahwa berdoa adalah berbicara dengan Tuhan Allah, namun tidak sepenuhnya pengertian tersebut benar sebab hubungan dengan Tuhan Allah sangatlah khusus, dan oleh karena itu cara berkomunikasinya juga secara khusus. Oleh karena itu sangatlah berguna mengenal dan mempelajari "bahasa" DOA yang hanya dapat dipelajari oleh orang-orang yang panda berdoa.

Pada dasarnya semua orang dapat menjadi pembimbing doa, dengan syarat orang tersebut memuliki pengalaman dan sungguh bersemangat dalam iman. Terdapat penuntun doa khusus bagi mereka yang ingin hidup dekat dengan Tuhan Allah, para santo dan santa. Disebutkan pada surat Yakobus 5:17 "ia adalah manusia biasa sama seperti kita, tetapi ia berdoa sunguh-sungguh", pada surat Yakobus tersebut menyebut nabi Elia sebagai teladan doa. Terdapat banyak petujuk tentang doa selain dari Yakobus 5:17 yaitu pada mazmur. Pada buku mazmur memberikan banyak doa untuk anda, doa-doa tersebut sudah ada lebih dari 500 tahun sejak jaman Israel. Doa-doa dalam buku mazmur antara lain doa untuk pribadi atau perorangan, kelompok, pujian, syukur dan permohonan. Sampai saat ini doa pada buku masmur masih digunakan untuk bahan pokok ibadat harian. 

Evangelisasi ?

Banyak umat katholik yang belum tentu mengerti arti dari Evangelisasi atau bahkan baru mendengarnya. Nah apa itu Evangelisasi ? Evangelisasi adalah membawa Kabar Baik tentang Yesus Kristus kepada setiap orang dalam segala situasi dan berusaha membawa mereka, baik secara perorangan maupun kelompok kepada pembaruan, oleh kuasa ilahi dari pesan Injil itu sendiri. Atau dapat diartikan juga bahwa Evangelisasi adalah pernyataan keselamatan di dalam Yesus Kristus dan tanggapan dari orang yang menerima pewartaan Injil itu dalam iman, yang keduanya adalah karya Roh Kudus. Oleh karena pusat evangelisasi adalah Yesus Kristus, maka evangelisasi harus secara langsung berhubungan dengan Yesus Kristus. Paus Paulus VI pernah berkata, “Tidak ada evangelisasi yang sejati, kalau tidak diwartakan nama Yesus dari Nazaret, Sang Putera Allah, ajaran-Nya, hidup-Nya, janji- janji-Nya, Kerajaan-Nya dan misteri-Nya.”

Berdasarkan pengertian diatas maka St. Paus Yohanes Paulus I merumuskan sebagaimana diajarkan dalam Konsili Vatikan II, yaitu evangelisasi itu berkenaan dengan masuknya kita dalam misteri kasih Allah, yang mengundang setiap orang ke dalam hubungan yang pribadi dengan Yesus Kristus. Evangelisasi bukan hanya ajaran semata-mata saja namun menyangkut perubahan keseluruhan hidup kita, atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘pertobatan’. Perubahan dalam hidup kita terjadi karena perjumpaan kita dengan Yesus Kristus, yang mengundang kita untuk masuk dalam kehidupan-Nya sendiri, ke dalam misteri kasih-Nya yang tak terpahami, karena dengan demikian kita menjadikan segala pemikiran dan kehendak Yesus Kristus sebagai pemikiran dan kehendak kita sendiri. Dengan demikianlah, kita kelak dapat menerima janji keselamatan kekal dalam Kerajaan Allah, sebagaimana dijanjikan-Nya.

Sekarang kita sebagai umat Katholik menjadi lebih mengerti apa artinya Evangelisasi, dan dapat memulai 'pertobatan' dan masuk kedalam misteri kasih Allah.

Friday, January 11, 2019

Tanda Dari Allah

Tanda apakah yang Allah berikan kepada umat-Nya bahwa Mesias yang dijanjikan, Putra Yang Diurapi Allah, akan datang untuk membawa damai surgawi dan berkah serta kuasa kerajaannya untuk mengatasi kuasa dosa dan penindasan? Pada zaman Yesus, orang-orang sangat berharap bahwa Mesias akan segera datang. Para nabi menubuatkan bahwa dia akan datang dalam kuasa Elia dan akan melakukan tanda-tanda yang kuat seperti yang dilakukan Musa ketika ia membebaskan umat-Nya dari perbudakan di Mesir. Sekitar 700 tahun sebelum Yesus datang, Yesaya telah menubuatkan bahwa Allah akan menyediakan perjamuan surgawi bagi semua orang dan akan menghancurkan kematian untuk selama-lamanya (Yesaya 25: 6-8). Yesus, Putra Yang Diurapi Allah, datang untuk menggenapi janji itu.